Kemampuan berbicara di depan umum adalah salah satu kompetensi paling berharga yang harus dimiliki oleh siswa di abad ke-21. Di SMAN 1 Tangerang, bulan Ramadan dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup untuk mengasah public speaking skill melalui program kuliah tujuh menit (Kultum) setelah salat Zuhur berjamaah. Kegiatan ini memberikan panggung bagi siswa untuk mengekspresikan pemikiran, berbagi ilmu agama, dan yang paling penting, menaklukkan rasa takut berbicara di hadapan audiens yang terdiri dari teman sebaya dan guru.
Melatih public speaking skill melalui Kultum memerlukan persiapan yang matang, mulai dari penyusunan materi yang sistematis hingga latihan artikulasi dan gestur tubuh. Siswa diajarkan untuk menyampaikan pesan yang tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif. Di bawah bimbingan guru agama dan guru bahasa, siswa belajar bagaimana membuka pidato dengan menarik, memberikan argumen yang kuat, dan menutupnya dengan kesimpulan yang membekas. Pengalaman ini sangat krusial untuk membangun kepercayaan diri yang akan sangat berguna saat mereka harus melakukan presentasi di bangku kuliah atau di dunia kerja nantinya.
Selain aspek teknis, public speaking skill dalam format Kultum juga melatih kecerdasan emosional. Siswa belajar cara membaca suasana audiens dan mengatur tempo bicara agar pesan dapat diterima dengan baik. Menghadapi tatapan mata puluhan orang di Musala SMAN 1 Tangerang bukanlah hal yang mudah, namun dengan praktik yang konsisten, rasa grogi akan berubah menjadi energi positif. Program ini juga menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan integritas di lingkungan sekolah. Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penggerak opini yang positif melalui lisan yang tertata.
Program rutin selama Ramadan ini menciptakan budaya literasi dan bicara yang unggul di SMAN 1 Tangerang. Siswa tidak hanya pasif menjadi pendengar, tetapi proaktif menjadi komunikator. Public speaking skill adalah aset yang akan membedakan seorang pemimpin dengan pengikut. Dengan memberanikan diri tampil di mimbar Musala, siswa sedang memupuk keberanian mental yang luar biasa. Mari kita dukung setiap upaya siswa dalam mengeksplorasi potensi diri mereka. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk bertumbuh, mengasah lisan agar senantiasa membawa manfaat, dan membangun karakter yang tangguh melalui kekuatan kata-kata.
