Dalam sebuah seminar nasional tentang pendidikan yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, pada hari Senin, 19 Mei 2025, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ibu Lestari Moerdijat, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya transformasi sistem pendidikan di Indonesia. Beliau menekankan bahwa untuk menghadapi tantangan global dan mempersiapkan generasi muda yang kompetitif, pendidikan kreatif menjadi suatu keharusan. Menurutnya, sistem pendidikan yang ada saat ini perlu dirombak agar lebih mampu merangsang daya imajinasi dan inovasi siswa.
Ibu Lestari berpendapat bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan seni atau keterampilan praktis, tetapi lebih kepada mengembangkan kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan kolaborasi. Beliau mencontohkan bagaimana beberapa negara maju telah berhasil menerapkan model pendidikan yang berfokus pada pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman. “Kita perlu mengubah paradigma pendidikan dari yang berorientasi pada hafalan menjadi pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir out-of-the-box dan menciptakan solusi inovatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya peran guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Guru diharapkan tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan merangsang kreativitas siswa. Beliau juga menekankan perlunya integrasi teknologi dalam pendidikan, namun dengan tetap memperhatikan aspek etika dan nilai-nilai luhur bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Lestari mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dilakukan oleh beberapa sekolah dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan pendidikan kreatif. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang benar-benar kreatif di seluruh Indonesia. Beliau mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi pendidikan, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama berkomitmen dalam mengembangkan pendidikan kreatif.
Pernyataan Wakil Ketua MPR ini sejalan dengan berbagai riset dan kajian yang menunjukkan bahwa pendidikan kreatif memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional siswa. Dengan sistem pendidikan yang kreatif, diharapkan para siswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja dan inovator yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.
