Aksi peduli lingkungan ditunjukkan secara nyata melalui program bersih lingkungan perairan yang melibatkan ratusan siswa sekolah menengah secara serentak. Pelajar di Tangerang turun langsung ke pinggiran sungai Cisadane untuk mengumpulkan limbah sampah plastik dan sampah rumah tangga yang mencemari aliran air. Kegiatan aksi sosial ini bertujuan untuk menjaga kebersihan ekosistem sungai sekaligus menumbuhkan kepedulian ekologis pada diri generasi muda sejak dini. Menggunakan peralatan pemungut sampah sederhana, para murid dengan penuh semangat menyisir area bantaran sungai dari sampah yang menumpuk.
Para siswa dibagi menjadi beberapa tim yang bertugas memilah sampah organik dan non-organik ke dalam kantong kantung plastik besar yang telah disediakan. Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut menuju tempat pengolahan sampah terpadu untuk didaur ulang menjadi barang yang lebih berguna. Pendampingan dari guru, relawan lingkungan, serta dinas kebersihan setempat memastikan seluruh kegiatan pembersihan berjalan secara aman dan teratur. Senyum kebersamaan memancar dari wajah para pelajar yang merasa bangga dapat berkontribusi langsung bagi kebersihan kota mereka.
Selain mengumpulkan sampah, para murid juga membagikan pamflet himbauan kepada warga masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tidak membuang sampah sembarangan. Pendekatan edukasi secara langsung ini diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian fungsi sungai Cisadane sebagai sumber air bersih kota. Interaksi sosial dengan masyarakat sekitar memberikan pemalaman berharga bagi para siswa mengenai pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan bersama. Suasana aksi kebersihan berlangsung dengan sangat kondusif dan penuh semangat.
Keberhasilan pelaksanaan program bersih sungai ini mendapat pujian dan dukungan penuh dari pemerintah kota serta tokoh masyarakat Tangerang. Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga atas kepedulian tinggi yang ditunjukkan oleh anak didik mereka dalam aksi penyelamatan lingkungan hidup. Kegiatan ini terbukti mampu mempererat kebersamaan antar siswa serta memupuk rasa tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap masalah lingkungan sekitar. Lingkungan bantaran sungai kini terlihat jauh lebih bersih, rapi, dan asri setelah ditinggalkan para murid.
Kegiatan program bersih aliran sungai ini akan dijadikan sebagai agenda rutin berkala yang diselenggarakan oleh pihak sekolah setiap semester. Pihak sekolah berencana menggandeng lebih banyak organisasi kepemudaan untuk memperluas jangkauan pembersihan ke area anak sungai lainnya. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan sumber air harus terus digaungkan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Semoga aksi hijau dari pelajar Tangerang ini dapat menginspirasi gerakan pelestarian sungai di wilayah lain di Indonesia.
