Perlengkapan sekolah yang mengalami kenaikan harga drastis setiap memasuki musim tahun ajaran baru selalu menjadi beban berat yang dikeluhkan oleh masyarakat penerima. Lonjakan harga pada barang-barang seperti seragam, sepatu, tas, hingga buku tulis disebabkan oleh meningkatnya permintaan pasar secara simultan di seluruh daerah. Kondisi ini memaksa para orang tua murid untuk menyediakan anggaran belanja extra yang cukup besar demi memenuhi seluruh kebutuhan peralatan belajar anak-anak mereka.
Tinggi tingkatan harga perlengkapan sekolah tersebut paling terasa dampaknya bagi keluarga dari kelompok ekonomi prasejahtera yang memiliki anak usia belajar lebih dari satu. Banyak orang tua yang terpaksa berutang atau menggadaikan barang berharga demi membelikan seragam dan peralatan belajar baru agar anak mereka tidak merasa minder saat masuk sekolah. Fenomena tahunan ini menunjukkan belum optimalnya keterjangkauan harga sarana edukasi dasar bagi seluruh lapisan warga masyarakat.
Lonjakan pasaran perlengkapan sekolah ini sebenarnya dapat diantisipasi oleh pemerintah melalui penetapan kebijakan pameran bazar murah dan operasi pasar khusus peralatan sekolah. Dinas perdagangan bersama dinas pendidikan daerah dapat mengandeng produsen lokal untuk menyalurkan paket kebutuhan perlengkapan sekolah dengan harga modal langsung kepada warga. Langkah intervensi pasar ini sangat efektif untuk menekan spekulasi harga permainan pedagang nakal yang memanfaatkan momen ajaran baru untuk mengambil untung berlebih.
Antisipasi atas mahal perlengkapan sekolah juga diupayakan melalui kebijakan sekolah yang tidak kaku dalam mewajibkan pembeli paket seragam baru di sekolah. Pengelola sekolah diimbau memberikan kelonggaran bagi siswa untuk menggunakan seragam lama yang masih layak pakai atau membeli perlengkapan dari luar sekolah sesuai kemampuan ekonomi masing-masing. Pihak sekolah juga dapat menggalang program donasi seragam bekas layak pakai dari para alumni untuk disalurkan kepada adik kelas yang membutuhkan.
Pengendalian harga perlengkapan sekolah secara wajar merupakan faktor penting untuk menjamin kelancaran akses belajar seluruh anak Indonesia tanpa hambatan biaya. Pemerintah daerah disarankan memperluas jangkauan program bantuan sosial perlengkapan sekolah gratis bagi anak-anak tidak mampu. Dengan kepedulian bersama dan stabilisasi harga sarana belajar yang terjangkau, seluruh siswa dapat menyambut tahun ajaran baru dengan penuh semangat, sukacita, dan percaya diri.
