SMA NEGERI 1 TANGERANG BERITA,Pendidikan Seni Public Speaking: Siswa Tangerang Jadi ‘Kultum-Gram’ Viral

Seni Public Speaking: Siswa Tangerang Jadi ‘Kultum-Gram’ Viral

Dunia digital kini menjadi panggung baru bagi para pelajar untuk menyebarkan pesan kebaikan dengan cara yang lebih segar dan relevan bagi generasi Z. Fenomena siswa Tangerang jadikultum-gram‘ viral bermula dari tugas praktik agama yang kemudian diunggah ke platform Reels dan TikTok, menarik perhatian ribuan penonton karena pembawaannya yang santai namun penuh makna. Para siswa ini tidak lagi menggunakan gaya ceramah yang kaku, melainkan menggunakan teknik storytelling dan bahasa gaul yang sopan untuk membahas isu-isu keseharian dari sudut pandang religius. Keberanian mereka dalam berbicara di depan kamera menunjukkan bahwa kreativitas digital dapat menjadi sarana dakwah yang sangat efektif di bulan Ramadan ini.

Keahlian yang ditunjukkan oleh siswa Tangerang jadi ‘kultum-gram’ viral tersebut tidak lepas dari asah bakat dalam seni public speaking yang mereka pelajari di sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Mereka diajarkan cara mengatur intonasi, ekspresi wajah, hingga durasi konten agar pesan moral yang disampaikan tetap padat dan tidak membosankan. Selain aspek teknis, kejujuran dalam mengangkat topik seperti self-love, adab berteman, hingga tips sabar saat menghadapi ujian sekolah menjadi daya tarik utama bagi para pengikutnya di media sosial. Inisiatif ini membuktikan bahwa konten religius bisa tetap “estetik” dan menarik minat anak muda jika dikemas dengan visual yang baik serta narasi yang dekat dengan kehidupan mereka.

Reaksi dari netizen terhadap konten-konten dakwah kreatif ini sangat luar biasa, dengan banyaknya komentar positif yang merasa terwakili oleh keresahan yang diangkat para siswa tersebut. Banyak sekolah lain di wilayah Banten yang mulai terinspirasi untuk membuat lomba serupa guna menggali potensi public speaking para pelajarnya secara daring. Viralitas gerakan siswa Tangerang jadi ‘kultum-gram’ viral ini membantu menciptakan lingkungan internet yang lebih sehat dan edukatif, di mana energi positif lebih mendominasi daripada sekadar konten hiburan kosong. Melalui platform digital, para remaja ini berhasil bertransformasi menjadi influencer muda yang membawa dampak nyata bagi perubahan karakter teman-teman sebaya mereka selama bulan suci.