SMA NEGERI 1 TANGERANG Pendidikan Membentuk Talenta Bahari: Strategi Kementerian Kelautan Maksimalkan MBKM

Membentuk Talenta Bahari: Strategi Kementerian Kelautan Maksimalkan MBKM

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KemenKP) berkomitmen penuh dalam menciptakan Talenta Bahari unggul yang siap menghadapi tantangan global. Salah satu strategi utama yang dimaksimalkan adalah melalui implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini bukan hanya sekadar inisiatif pendidikan, melainkan sebuah pondasi untuk membangun generasi penerus yang kompeten dan inovatif di sektor kelautan dan perikanan.

Optimalisasi MBKM menjadi kunci dalam membentuk Talenta Bahari yang memiliki kemampuan adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui berbagai skema seperti magang bersertifikat, proyek riset, dan kegiatan wirausaha, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di luar kampus, mengaplikasikan ilmu yang didapat, serta mengembangkan keterampilan praktis. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan yang berharga, menjadikan mereka lebih siap bersaing di pasar kerja.

Sebagai bukti nyata komitmen ini, pada hari Rabu, 15 Mei 2024, KemenKP menyelenggarakan forum diskusi di Auditorium Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 15 politeknik kelautan dan perikanan di seluruh Indonesia, serta praktisi dari berbagai perusahaan perikanan dan kelautan. Dalam sambutannya, Ibu Prof. Dr. Dewi Sartika, M.Si., selaku Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) KemenKP, menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri. “Melalui MBKM, kita ingin memastikan bahwa kurikulum pendidikan vokasi selaras dengan tuntutan industri, sehingga setiap Talenta Bahari yang kita hasilkan benar-benar siap mengisi posisi strategis di sektor ini,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, KemenKP juga aktif menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk memperluas cakupan MBKM. Misalnya, pada tanggal 20 April 2025, telah ditandatangani nota kesepahaman dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk program pertukaran mahasiswa dan dosen. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan perspektif global kepada Talenta Bahari Indonesia, sekaligus memperkenalkan praktik terbaik dari negara lain.

Melalui strategi maksimalisasi MBKM ini, KemenKP optimis dapat melahirkan Talenta Bahari yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan integritas. Ini adalah langkah maju untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maritim yang kuat dan berkelanjutan.